Jumat, September 19, 2008

Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign?

Pada saat datangnya offering letter, abang diminta untuk tanda tangan dan mengisi form aplikasi mereka lalu diparaf setiap halamannya sebagaimana yang abang tulis di postingan Akhirnya...... Datang juga. Disitu juga tertulis kapan kita bisa mulai bergabung dengan mereka. Pada praktiknya hal tersebut bisa molor dari yang sudah kita tentukan. Faktornya bisa datang dari kita bisa juga dari mereka.

Kemudian offering letter nya abang kirim balik ke mereka. Saat itu abang masih diminta untuk jangan resign dulu sampai ada confirmation dari mereka. Sekitar seminggu kemudian datang conffirmation bahwa visa dan tiket sudah siap sesuai tanggal dan tempat abang memulai keberangkatan. Ketika visa dan tiket siap inilah baru mereka mengatakan bahwa abang sudah boleh resign ditempat kerja yang terakhir.

Sebenarnya kapan sih waktu resign yang tepat?
Jawabannya ada beberapa pilihan, tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Biasanya adalah satu bulan sebelum kita keluar. Jadi setelah dapat confirmation tersebut kita langsung resign dan berangkat ke Qatar sebulan kemudian. Namun ada juga orang yang menggunakan hak cutinya untuk berangkat ke Qatar. Biasanya menggunakan cuti khusus, cuti istimewa, atau cuti tanpa dibayar yang lamanya bisa 1 atau 3 atau 6 bulan.

Untuk apa? untuk jaga-jaga kalau ternyata apa yang didapat di Qatar tidak seperti yang perkirakan sebelumnya sehingga bisa kembali bekerja di Indonesia. Abang sendiri beruntung punya bos yang baik, mau mengerti situasi abang saat itu, bahkan dia sarankan abang bikin dua surat dengan dua skenario pada tanggal yang sama, yaitu surat cuti satu bulan (kalau ga cocok di Qatar bisa balik lagi) dan surat resign (kalau cocok langsung resign) sehingga abang bisa resign dengan aman dan dengan cara baik-baik.

Namun ingat, cara ini juga tidak semudah membalik telapak tangan karena perusahaan yang di Qatar tidak akan mau melepaskan kita begitu saja jika kita ingin segera pulang. Biasanya kita baru bisa cuti setelah 3 bulan (dengan tiket sendiri) atau 6 bulan (dapat uang tiket). Nah ,pada saat cuti itulah baru kita bisa keluar dari perusahaan di Qatar, jika merasa pekerjaan yang di Indonesia masih lebih bagus.

Bisa kabur ga ? Ga bisa !!! karena di Qatar ada yang namanya exit permit, yang dikeluarkan oleh imigrasi atas persetujuan sponsor alias tempat kita bekerja. Tanpa exit permit seseorang tidak akan bisa keluar dari Qatar.

Manfaat Cerita ini:
  1. Setelah mendapatkan offering letter kita akan menentukan kapan mulai bekerja di Qatar, sebaiknya tulis 1.5 bulan kemudian karena masih menunggu visit visa dan tiket sehingga kita bisa memberikan notice period ke perusahaan terakhir.
  2. Kalau sekiranya memungkinkan, datang ke bos dan minta dua skenario diatas.
  3. Kalau kita yakin bahwa pekerjaan di Qatar akan lebih baik cukup dengan surat resign saja.
  4. Kalu kita tidak yakin bahwa pekerjaan di Qatar sama atau tidak lebih baik segera buang offering letter tersebut sebelum bencana besar menimpa anda.

Tidak ada komentar: