Jumat, September 19, 2008

Siapa yang harus ke Qatar?

Kalau Pertanyaan diatas anda jawab dengan SEMUA ORANG maka jawaban anda adalah SALAH !!!.

Lahhh koq ???.

Bukannya semua orang punya hak yang sama untuk mendulang Qatar Riyal?. Semua orang punya kesempatan yang sama mendapatkan kualitas dan kenyamanan hidup yang lebih baik? Semua orang bisa menjadi pahlawan devisa? Semua orang ingin anaknya bersekolah gratis di international school? Bahkan..…semua muslim berniat untuk berangkat haji dan umrah?

Alasan diatas hanya akan benar jika kita telah menjadi orang-orang pilihan !!,. Ya, orang pilihan !! Orang-orang pilihan yang abang maksud bukan hanya milik mereka yang berpengalaman diperusahaan besar (terutama oil dan gas), tidak juga mesti seseorang yang smart dengan sederet gelar, pengalaman kerja dan penghargaan yang segudang. Jika anda ingin menjadi orang-orang pilihan anda harus memiliki minimal tujuh hal seperti dibawah ini. Jika tidak, anda tidak termasuk orang yang harus ke Qatar. (duh...emang Qatar punya siapa….?)

Tujuh hal penting itu adalah :


1. Niat
Niat adalah hal paling sakral didahulukan oleh seseorang yang ingin melakukan suatu apapun tidak terkecuali mengembara ke Qatar. Niat yang akan membuat seseorang enjoy dengan apa-apa yang sedang dan telah dikerjakannya. Niat juga yang membuat seseorang bertahan dengan segala ujian dan godaan (untuk pulang kampung) dan niat juga yang akan mengantarkan seseorang mendapatkan sesuatu yang telah dimimpikan sebelumnya.

Angin dan badai, panas dan dingin, sedih dan gundah, semuanya ada di Qatar dan semua akan hilang ditelan oleh satu kata : niat. Jika anda masih belum punya niat, atau hanya setengah-setengah, atau punya niat lain yang kurang tepat (misalnya hanya ingin coba-coba atau iseng atau menguji kemampuan sendiri) lebih baik -sekali lagi lebih baik- urungkan niat anda untuk berangkat ke Qatar. Berniatlah dengan ke Qatar anda akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan berkah untuk anda dan orang-orang disekitar anda. Berniatlah ini adalah suatu ibadah maka insya Allah anda akan tenang dan betah berlama-lama di Qatar.

Bukankah Nabi yang mulia bersabda :”Innamal a’maalu bin niyyat, wa innama likullim riimma nawaa”, Sesungguhnya setiap amal (perbuatan) itu tergantung dari niatnya dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) menurut apa yang dia niatkan (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dukungan orang-orang terdekat
Perjalanan jauh, berat dan melelahkan menuju dan tinggal di Qatar akan sangat membutuhkan dukungan orang-orang terdekat. Anda tidak akan sanggup berjuang sendiri ditengah orang-orang yang asing, ditanah yang asing dan dengan budaya yang asing. Bahkan kita tahu setiap nabi diberikan orang-orang pilihan untuk mendukung perjalanan panjang mereka. Karenanya segeralah minta nasihat dan restu orang tua, masukan dari istri, dan bertukar pikiran dengan teman-teman dekat.

3. Persiapan
Semakin jauh dan lama seseorang mengembara semakin banyak pula persiapan yang diperlukan oleh pengembara dan orang-orang yang ditinggalkan. Persiapan yang matang akan menjadikan anda orang-orang pilihan yang bisa survive dan langgeng di negri super kaya ini. Persiapan yang matang menyangkut apa-apa yang dibawa dan yang ditinggalkan. Dari persiapan dokumen, alat komunikasi (untuk anda dan keluarga) dan lainnya sebagaimana postingan tentang persiapan sebelum berangkat ke Qatar. Untuk keluarga di Indonesia sangat abang rekomendasikan untuk menggunakan internet dirumah, karena komunikasi dengan chatting bisa dilakukan sepuasnya dengan istri dan anak-anak.

4. Kemampuan untuk bersaing
Sebenarnya ini tidak terlalu penting ketika anda sudah berada di Qatar, karena kualitas kerja orang Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Paling juga yang perlu dipoles adalah Englishnya, karena memang harus kita akui kebanyakan kita lemah dari segi bahasa jika dibandingkan dengan expat lain dari India, Philippines Malaysia dan yang lainnya. Kemampuan untuk bersaing lebih diperlukan ketika anda masih dalam proses menuju Qatar. Kemampuan mencari peluang, membuat CV dan menyiasati interview.

5. Cuek
Lain lubuk lain ikan, lain ladang lain belalang. Demikian peribahasa yang sudah kita kenal sejak SD. Peribahasa ini akan memberikan manfaat saat nanti bermukim di Qatar. Karena Qatar menjadi tujuan pencari devisa bagi banyak orang dari berbagai negri (hampir seluruh dunia), maka mau tidak mau juga menjadi tempat bercampurnya bau, warna kulit, adat istiadat dan bahasa. Sudah bisa dipastikan akan banyak perbedaan yang bisa menjadi konflik jika kurang bijak menanggapinya. Di Qatar anda akan terbiasa melihat orang yang tidak biasa antri (karena merasa berhak untuk tidak antri), mendapati orang yang ugal-ugalan di jalan mengalahkan sopir angkot, mikrolet atau metromini di Jakarta walaupun mereka tidak untuk mengejar setoran. Di Qatar juga kita akan melihat banyak orang yang hanya pintar ngomong dan bersandiwara tapi sangat sedikit kerjanya, Selain itu juga akan melihat serombongan orang (bukan satu-dua orang) bekerja dengan sangat-sangat lambat sementara anda sudah terbiasa bekerja dengan target dan efisiensi. Ada juga yang bertingkah laku jauh dari sopan santun karena dianggap itu bukan bagian dari sopan santun dan lain-lain.

Trus gimana?, Kuncinya adalah jangan ambil pusing apalagi ambil hati alias cuek. Kalau tidak anda akan stress sendiri. Yakinlah bahwa sepanjang berada dijalur yang benar anda mendapatkan apa yang anda inginkan.

6. Nekat
Nekat ? Ah yang benar….
Memang benar. Jika ingin menjadi orang-orang pilihan anda harus berani nekat. Nekat yang menghilangkan keragu-raguan. Nekat yang penuh perhitungan. Jika total benefit pertahun yang akan anda dapatkan di Qatar 4x lebih besar dari di Indonesia, itulah yang abang sebut nekat penuh perhitungan.

Jangan sampai anda sudah lulus interview, tapi karena belum nekat dan masih banyak takut daripada beraninya maka anda belum dan tidak akan pernah sampai ke Qatar. Padahal sudah menjadi hukum ekonomi jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar maka orang tersebut harus berani (nekat) mengambil risiko yang lebih besar.

7. Do’a
Ini adalah yang terakhir. Ini juga yang menjadi palang pintu pamungkas untuk menjadi orang-orang pilihan. Tanpa anda sadari kekuatan do’a anda, orang tua, dan orang-orang dekat anda pada waktu yang mustajab akan mengubah takdir jalan hidup anda kearah yang lebih baik. Semoga !

Tidak ada komentar: