Selasa, Mei 04, 2010

Membuat Visit Visa

Setelah surat pengantar dari KBRI siap, langkah berikutnya adalah membuat visit visa di bagian imigrasi. Visit visa adalah visa kunjungan yang hanya berlaku 3 bulan sejak dikeluarkan dan untuk masa kunjungan selama 1 bulan. Kalau ingin memperpanjang bisa dengan mengajukan Extend Visa yang memberikan izin tinggal maksimum menjadi 6 bulan. Kebanyakan orang mengurusnya di daerah Madina Kalifa di Doha. Untungnya saat ini sudah ada “kantor cabang” di Wakrah yang hanya berjarak 18 KM dari Mesaieed. Jadi ga usah jauh2 datang ke Doha. Lokasinya, kalau dari arah Doha, setelah roundabout pertama wakra, melewati Masjid Abdul Ghani. Kira2 100m ke kanan (dekat tiang radar). Di sana ada papan petunjuk arah. Sekitar 100m ke kanan lagi.

Syaratnya :
1. Mengisi formulir.
2. Surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya)
3. Surat pengantar dari kantor (mencantumkan besarnya gaji)
4. Membayar QR 200

Caranya :
Pagi2 sudah harus datang ke lokasi, kalo bisa sebelum jam 07.00 untuk mengambil nomor antrian. Pilih bagian “VISA” pada kartu antrian. Oh ya, Gedungnya adalah sebelah kiri dari pintu gerbang kantor tersebut. Setelah ambil nomor, segera menuju ke ruang pengetikan untuk mengisi formulir pengajuan visit visa yang ada di sebelah kiri gedung tersebut. Selesai di ketik, maka formulir tersebut di gabung dengan surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya) dan surat pengantar dari kantor tadi. Tinggal duduk manis menunggu panggilan pegawainya. Hati2…jangan terlewat otherwise, kita harus ambil nomor antrian lagi.

Sudah datang pagi aja, masih dapat antrian nomor 61. Menunggu sudah pasti bikin bosan. Apalagi abang lupa bawa buku bacaan. Liat2 ke tumpukan buku/Koran yang ada di dalam gedung tersebut. Semuanya pake bahasa arab, gundul lagi, kecuali ada sebuah Al-Qur’an, kalamullah. Abang ambil dan baca, Alhamdulillah dapat 1 jam bacaan sampai giliran abang di panggil.

Waktu datang ke loket, petugasnya liat2 dokumen abang sebentar trus dia bilang bawa ke kaptennya (atasannya) yang duduk di dekat nomor pengambilan antrian untuk interview . Abang ke kapten. Dia tanya2 “ Indonesii (sambil senyum)?”. “Na’am yaa mudir”, kata abang. Dia nanya lagi “Jakarta aw Sumatra?”. “ ehmm…Jakarta”, kata abang. Trus dia tanda tangan dan bilang :”khalas”. Untung ga nanya2 lagi. Abang tinggal bilang :”Jazaakallah…” . Denger2 seh dari yang sudah pengalaman, kaptennya akan banyak nanya kalo keluarga yang didatangkan sudah berumur terlalu tua (maksimum 60 tahun), atau tidak mencantumkan besarnya gaji pada surat pengantar dari kantor.

Setelah itu, abang balik lagi ke loket yang tadi. Bayar QR 200 via ATM (tidak terima cash). kemudian dia kasih receipt nya, dia bilang akan jadi paling lambat 3 hari dan bisa di cek di website nya. Sorenya iseng2 abang cek di website nya, sudah ada keterangan “printed and delivered” sehingga tinggal di print maka selesailah proses pembuatan visit visa. Alhamdulillah.

1 komentar:

Harly Vivaldi mengatakan...

Abang,
Mau nanya, setahu saya form Visa tsb berbahasa arab, lantas di imigrasi siapa yang mengisikannya?
Terima kasih