Sabtu, September 13, 2008

Hari Pertama di Doha

Setelah semalaman di jalan, paginya abang sudah mendarat di Doha International Airport, naik bis bandara menuju terminal kedatangan. Disini penumpang di bagi menjadi 2 arah tergantung tujuan masing-masing. Penumpang yang berakhir di Doha segera belok kanan menuju bagian imigrasi, sedangkan penumpang lanjutan berjalan terus sampai mentok menuju bagian transit. Setelah ambil bagasi abang keluar menuju ruang tunggu penumpang. Di sini banyak para penjemput yang membawa kertas bertuliskan nama orang-orang yang akan di jemput.

Mestinya abang di jemput oleh driver kantor di depan salah satu counter hotel di ruang tunggu, namun sampai beberapa kali mutar-mutar koq ga ada tuh kertas yang bertuliskaan nama abang, Wah…semenit, dua menit masih bisa tenang. Tapi begitu sudah lebih 90 menit menit mulai panik juga. Mau telpon ke kantor ga bisa, karena HP yang ada cuma biasa untuk SMS. Mau SMS ga ada nomor HP yang diberi kecuali nomor kantor. Euhhh….coba ke information kali bisa pinjam teleponnya, ternyata…..ga boleh. Abang duduk sebentar sambil menenangkan pikiran. Ya Allah, mudahkanlah urusanku…. Beberapa menit kemudian abang coba tanya ke petugas counter hotel, seorang yang bertampang arab dan alhamdulillah di respon dengan baik. Dia coba telpon ke kantor dan 30 menit kemudian jemputan datang….

Setelah masuk ke dalam Land Cruisernya, si driver segera menyerahkan surat dari HR yang isinya ucapan selamat datang, jadual selama di Qatar dan form aplikasi untuk HR. Lumayan, jadual interview di HR baru dilaksanakan jam 10 pagi besok, trus ke plant untuk interview dengan calon bos. Lusa dilanjutkan dengan medical test trus balik lagi ke Indonesia tengah malamnya.

Ternyata hanya perlu waktu beberapa menit aja menuju hotel, kirain jauh ???$$$???, Setelah check in istiahat sebentar trus SMS teman-teman yang sudah di Qatar. Siangnya teman sekolah waktu STM di Bontang dulu jemput dan ngajak jalan-jalan ke Cornice. Mungkin setiap orang yang baru liat Cornice akan merasa kagum dengan view pemandangannya. Satu sisi adalah laut yang biru, sedangkan sisi yang lain adalah bangunan modern dengan pohon kurma sebagai pembatas jalannya. Apalagi bentuk Cornice nya yang hampir melingkar sehingga ujung yang satu bisa “menikmati” ujung yang lainnya. Menghabiskan waktu di Cornice saat musim yang bagus memang tidak terasa. Setelah nanya-nanya mengenai Qatar dan perusahaan yang mengundang interview, abang diantar pulang lagi ke hotel.

Sorenya giliran teman yang di Bogor nyamperin ke hotel. Kepadanya abang banyak nanya mengenai persiapan interview besok. Berbagai trik dan tips juga diberikan teman yang satu ini, lumayan bisa bikin nambah PD. Setelah dia pulang, dua orang teman STM yang lain datang juga (wah enak juga banyak teman ya…). Salah seorang malah beserta istrinya. Abang diantar jalan-jalan ke sofitel trus makan malam di Chinese food restorant dekat Ramada hotel. Seorang dari mereka memberi saran kepada abang agar saat mengisi form aplikasi untuk HR yang akan diserahkan besok pagi, mengisi Bontang sebagai base country of residence, bukan Jakarta. Kenapa? Ternyata akan berpengaruh besar nanti pada besarnya uang tiket cuti tahunan abang. Kebetulan memang abang orang Bontang yang waktu itu masih bekerja di pinggiran Jakarta. Malam itu abang baru sampai hotel jam 11 malam, padahal besoknya kan mau interview, huh sungguh terlalu…

Manfaat cerita ini :

  1. Pastikan kita telah memiliki nama dan no HP calon penjemput kita
  2. Siapkan uang Dolar atau Qatar Riyal secukupnya untuk jaga-jaga
  3. Sebelum interview kenali Qatar dan perusahaan tempat kita interview sebelum interview
  4. Juga perlu kontak teman-teman yang sudah di Qatar
  5. Isi base country of residence dengan tempat yang jauh dari Jakarta. Misalnya Papua, jika kampung halaman atau tempat terakhir dinas kita di Papua

1 komentar:

deep hudson mengatakan...

Hi Abang, Salam Kenal.
Saya skrng msh SMA,
Dan ingin punya pengalaman kerja setelah menempuh S1 nanti.

1. Yang saya tanyakan,
Apakah nanti ijazah juga bs mempengaruhi besarnya gaji & jabatan di Qatar?
Misalnya org dngn ijazah S2 bs mendapat gaji lbh tinggi & jabatan yang lbh bagus di qatar.
Mungkin sy, suatu saat planning sy yaitu melanjutkan sekolah S2 dulu baru melamar di Qatar.

2. Saya sangat tertarik untuk kerja di dunia Perbankan. Bagaimana peluang pekerja Indonesia untuk diterima di Qatar sebagai pegawai bank di bidang IT?
Krn issue2 & info di Internet,
Gaji IT yang bekerja di Bank itu salah satu dari 10 yang terbesar di Indonesia.

Dan bank apa saja yang bagus, dan kesejahteraannya tinggi di Qatar? Mungkin perbandingannya oleh bank di Indonesia adalah Bank BCA.

3. Apakah bahasa Arab sangat dibutuhkan?
Maksud saya, jika sy blm bs berbahasa Arab sefasih bhs inggris,
Mk saya tdk akan bs diterima / bekerja di Qatar?

Terimakasih, sy tunggu balasannya.