Sabtu, Mei 15, 2010

Menanti Buah Hati yang Dinanti


Beberapa postingan kedepan insya Allah akan abang tulis beberapa hal berkenaan dengan proses melahirkan anak di Qatar. Sejak kehamilan dinyatakan positif, kontrol rutin, pemilihan dokter dan rumah sakit, program diet, sampai keluarnya sang buah hati bersama dengan segala dokumen formalitasnya.

Cerita senang-susahnya, bersama tips dan triknya juga akan melengkapi tulisan-tulisan ini. Walau setiap orang tidak sama pengalamannya. Mungkin ada yang lebih mudah, namun tak sedikit yang lebih susah. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi abang dan keluarga juga para pembaca sekalian, amin.
o0o

Judul postingan ini abang ambil dari sebuah buku yang sangat bagus sekali berkenaan dengan penantian dan harapan akan datangnya seorang anak yang ditulis oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat yaitu : Menanti Buah Hati yang Dinanti.

Perpanjangan visa dan Re-entry visa

Seperti yang pernah abang tulis sebelumnya bahwa visit visa hanya berlaku untuk izin tinggal selama 1 bulan, terhitung semenjak keluarga masuk ke Qatar. Jika ingin memperpanjang, maka perlu melakukan perpanjangan visa atau yang dikenal dengan Extend Visa. Lamanya masa perpanjang minimal adalah 1 bulan dan maksimal 5 bulan. Untuk yang 5 bulan, mengurusnya bisa “dicicil” setiap bulan sesuai kebutuhan (tapi kan cape), bisa juga langsung untuk 5 bulan).
Karena abang berniat ingin mengajak keluarga yang datang untuk berumrah ke tanah suci, itu berarti keluarga tersebut nantinya akan keluar Qatar dan masuk lagi ke Qatar. Nah masuk lagi ke Qatar itulah diperlukan yang namanya Re-entry visa. makanya abang mengurus sekaligus 2 permohonan, perpanjang visa dan Re-entry visa.
Caranya :
Seperti saat mengurus visit visa, datang ke imigrasi yang ada di Wakra pada pagi hari (kalau bisa sebelum jam 7). Langsung ke bagian pengetikan dan minta diketikkan formulir Extend Visa dan Re-entry Visa. Pada formulir Extend Visa sebutkan berapa lama perpanjangannya, sedangkan pada formulir Re-entry Visa sebutkan berapa hari kira-kira lamanya ke luar Qatarnya. Jangan lupa bawa ID kita serta 2 buah photo dan paspor keluarga yang dimaksud. Tinggal bayar @ 10 QR. Lalu menuju Health Centre untuk melakukan Medical Commission (M/C), seperti medical tes yang juga ada di Wakra.
Lokasinya :
Kalau dari arah Doha, setelah Roundabout (R/A) ke 2 (Shell R/A), ambil kanan. Akan ketemu R/A lagi, ambil kiri. Kira-kira 100 meter ada belokan ke kanan pertama. Di situlah tempatnya. Ada yang menyarankan untuk datang ke Health Center pada hari berikutnya, karena kalau ke imigrasi dulu takut waktunya tidak terkejar, walau jarak antara keduanya hanya sekitar 5 menit perjalanan.
Kenapa?
Health Center yang di Wakrah hanya melayani M/C sebanyak 15 orang perhari (kalau di Doha 20 orang) perhari. Jadi harus datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrian. Waktu itu abang datang sekitar jam 07.20. Benar aja, orang sudah banyak dan …. nomor antrian sudah habis. Waktu abang mau pulang ada yang manggil, kayanya orang arab (non-Qatari), Kira-kira dia tanya seperti ini. “Mau ke M/C?”. Kata abang :“Ya”. Trus dia bilang :”Ambil aja nomor antrian dan formulir M/C ini….. Saya ga perlu”. Habis itu dia langsung kabur. Aneh kan?? Kayanya sih dia salah ngambil nomor antrian atau mau antri tapi ga jadi.…Rezeki ga akan ke tukar… Abang dapat nomor 12, Alhamdulillah.
Kemudian abang menuju ke bagian pengetikan untuk mengisi form M/C yang didapat darri Health Center tadi. Lokasinya ada di luar Health Center. Kalau ga salah namanya “Flash Shop”, di dekat KFC / Baskin Robin sekitar Health Center. Nunggu beberapa menit sudah kelar. Tinggal bayar 5 QR. Setelah itu abang dan keluarga balik lagi ke medical center menuju loket yang bertuliskan “Medical Commission” menyerahkan :
1. Nomor antrian
2. Formulir perpenjangan visa (dari imigrasi)
3. Formulir M/C
4. 4 buah photo dan paspor keluarga
5. Membayar 100 QR (cash)
Mereka akan menyerahkan kembali paspor, formulir M/C yang sudah ditempel photo dan bukti pembayaran. Trus disuruh cek darah dan rontgen. Hasilnya baru ketahuan setelah 4 hari kerja. Karena cek darah, maka semalam sebelumnya disyaratkan untuk puasa. Oh, ya..untuk tau hasilnya kita bisa langsung datang ke imigrasi karena datanya mereka isi secara online atau telpon dulu ke M/C di 4986870.
Pada hari ke 5 Abang dan keluarga menuju imigrasi lagi untuk melanjutkan proses perpanjangan visa dan Re-entry visa. Datang sekitar jam 06.30 sesuai jam loket. Untung harinya gerimis, sehingga yang datang lebih awal cuman sedikit. Abang dapat nomor 5. Ternyata mereka pegawai imigrasi (2 lelaki berjubah dan 4 wanita bercadar) sudah stand by jam 06.30.
Menunggu sekitar 5 menit, tiba giliran abang. Pegawainya cuman tanya paspor keluarga, terus bayar 200QR tiap bulan perpanjangan dan 200QR untuk Re-entry visa (pakai ATM). Oh, ya..kalau berurusan dengan pegawai wanitanya, harus pasang telinga extra karena volume suaranya yang sangat kecil. Setelah transaksi selesai, kemudian mereka akan menempelkan 2 stiker pada halaman yang sama di paspor keluarga kita. Stiker pertama adalah perpanjangan visa, stiker kedua adalah Re-entry visa. Dengan dapatnya 2 stiker tersebut selesailah Proses Perpanjangan visa dan Re-entry visa.

Selamat mencoba !

Selasa, Mei 04, 2010

Ticketing

Setelah visit visa siap, langkah selanjutnya adalah urusan ticketing. Biasanya teman2 membeli tiket dengan penerbangan langsung Jakarta-Doha (Qatar Airways). Namun ada juga yang mencari maskapai transit karena harganya lebih miring. Pilihannya adalah Etihad (transit di Abu Dhabi) atau Emirates (transit di Dubai). Alangkah baiknya jika keluarga yang datang bisa kita jemput dari Indonesia, namun jika berhalangan bisa “nitip” dengan teman2 yang lagi mudik atau teman2 yang punya schedule 28:28 (Indo : Qatar). Nah, mencari teman “tumpangan” ini sebaiknya dilakukan sebelum menentukan tanggal kedatangan atau kepulangan.

Alhamdulillah abang banyak punya teman baik, jadi urusan yang satu ini dapat teratasi. Jazaakallah Om Suman yaa...Setelah dapat teman “tumpangan”, tinggal sesuaikan tanggal dan nomor penerbangan. Lalu kita booking atau langsung memesan tiket.

Syaratnya :
1. Copy passport penumpang
2. Copy visa penumpang
3. Bayar tiket PP (Jakarta-Doha-jakarta)

Pastikan nama di tiket sesuai dengan yang tertera di passport atau visa, kalau tidak akan bermasalah baik di Jakarta atau bandara transit. Tiketnya dapat berupa manual atau elektronik atau bisa minta keduanya. Abang minta yang e-ticket, karena akan dikirim via e-mail bersama visit visanya.

Selesai sudah urusan ticketing, tinggal menunggu jadual kedatangan, mudah kan?.

Membuat Visit Visa

Setelah surat pengantar dari KBRI siap, langkah berikutnya adalah membuat visit visa di bagian imigrasi. Visit visa adalah visa kunjungan yang hanya berlaku 3 bulan sejak dikeluarkan dan untuk masa kunjungan selama 1 bulan. Kalau ingin memperpanjang bisa dengan mengajukan Extend Visa yang memberikan izin tinggal maksimum menjadi 6 bulan. Kebanyakan orang mengurusnya di daerah Madina Kalifa di Doha. Untungnya saat ini sudah ada “kantor cabang” di Wakrah yang hanya berjarak 18 KM dari Mesaieed. Jadi ga usah jauh2 datang ke Doha. Lokasinya, kalau dari arah Doha, setelah roundabout pertama wakra, melewati Masjid Abdul Ghani. Kira2 100m ke kanan (dekat tiang radar). Di sana ada papan petunjuk arah. Sekitar 100m ke kanan lagi.

Syaratnya :
1. Mengisi formulir.
2. Surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya)
3. Surat pengantar dari kantor (mencantumkan besarnya gaji)
4. Membayar QR 200

Caranya :
Pagi2 sudah harus datang ke lokasi, kalo bisa sebelum jam 07.00 untuk mengambil nomor antrian. Pilih bagian “VISA” pada kartu antrian. Oh ya, Gedungnya adalah sebelah kiri dari pintu gerbang kantor tersebut. Setelah ambil nomor, segera menuju ke ruang pengetikan untuk mengisi formulir pengajuan visit visa yang ada di sebelah kiri gedung tersebut. Selesai di ketik, maka formulir tersebut di gabung dengan surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya) dan surat pengantar dari kantor tadi. Tinggal duduk manis menunggu panggilan pegawainya. Hati2…jangan terlewat otherwise, kita harus ambil nomor antrian lagi.

Sudah datang pagi aja, masih dapat antrian nomor 61. Menunggu sudah pasti bikin bosan. Apalagi abang lupa bawa buku bacaan. Liat2 ke tumpukan buku/Koran yang ada di dalam gedung tersebut. Semuanya pake bahasa arab, gundul lagi, kecuali ada sebuah Al-Qur’an, kalamullah. Abang ambil dan baca, Alhamdulillah dapat 1 jam bacaan sampai giliran abang di panggil.

Waktu datang ke loket, petugasnya liat2 dokumen abang sebentar trus dia bilang bawa ke kaptennya (atasannya) yang duduk di dekat nomor pengambilan antrian untuk interview . Abang ke kapten. Dia tanya2 “ Indonesii (sambil senyum)?”. “Na’am yaa mudir”, kata abang. Dia nanya lagi “Jakarta aw Sumatra?”. “ ehmm…Jakarta”, kata abang. Trus dia tanda tangan dan bilang :”khalas”. Untung ga nanya2 lagi. Abang tinggal bilang :”Jazaakallah…” . Denger2 seh dari yang sudah pengalaman, kaptennya akan banyak nanya kalo keluarga yang didatangkan sudah berumur terlalu tua (maksimum 60 tahun), atau tidak mencantumkan besarnya gaji pada surat pengantar dari kantor.

Setelah itu, abang balik lagi ke loket yang tadi. Bayar QR 200 via ATM (tidak terima cash). kemudian dia kasih receipt nya, dia bilang akan jadi paling lambat 3 hari dan bisa di cek di website nya. Sorenya iseng2 abang cek di website nya, sudah ada keterangan “printed and delivered” sehingga tinggal di print maka selesailah proses pembuatan visit visa. Alhamdulillah.

Senin, Mei 03, 2010

Membuat Surat Pengantar di KBRI

Surat pengantar dari KBRI diperlukan untuk menyatakan secara legal bahwa orang yang akan kita undang ke Qatar adalah benar2 keluarga dekat kita. Kita disini adalah sebagai sponsor. Proses pembuatan suratnya sangat mudah dan cepat (thanks yaa teman2 yang di KBRI). Cuman nunggu sekitar 1 jam sudah beres.

Syaratnya :
1. Copy passport dan ID sponsor
2. Copy passport keluarga yang diundang
3. Copy KK (menunjukkan hubungan kekeluargaan)
4. Copy passport, ID istri dan surat nikah jika mendatangkan mertua
5. Bayar QR 55 saja (resmi dan tanpa embel-embel)

Kalo membaca persyaratan yang ada, berarti keluarga yang didatangkan harus membuat passport lebih dulu sebelum membuat surat pengantar ini. Pihak KBRI akan mengeluarkan surat pengantar berbahasa arab di tujukan kepada pihak imigrasi untuk mengajuan Visit Visa. Sampai sini proses di KBRI selesai.

Namun ada cerita lain di balik proses pembuatan surat pengantar ini yang bikin abang gimanaaa gitu..2 kali datang ke KBRI dengan tangan hampa.

Pertama, abang datang siang bolong jam 11.45 ternyata sudah tutup. Karena memang hari/jam kerja KBRI untuk urusan seperti ini adalah minggu-kamis jam 08.00-11.30.
Kedua, abang datang lagi lebih pagi (jam 09.00), bela-belain dari Mesaieed-Doha. Ternyata juga tutup ! padahal bukan jum’at bukan sabtu. Tau kenapa??? Karena di Indo lagi Libur Nyepi…..nasib…nasib…..mentang2 dah jadi expat, ga liat kalender di negara sendiri.

*Note : Nomor telpon KBRI Doha 4664981

Semoga bermanfaat

Sabtu, Mei 01, 2010

Mendatangkan Keluarga

Mendatangkan keluarga dekat ke Qatar adahal hal yang lazim bagi para expat. Keluarga dekat yang dimaksud adalah ayah, ibu, mertua, saudara kandung. Biasanya mendatangkan keluarga untuk keperluan seperti persiapan istri melahirkan, merawat anak saat ditinggal haji atau sekedar silaturahim dan lain-lain. Sebagian besar keluarga yang datang biasanya sekalian diajak umrah, mumpung dekat, mudah dan murah. Adapun mengajak keluarga dekat berhaji dari Qatar sudah tidak diperbolehkan beberapa tahun yang lalu.

Persiapan istri melahirkan, abang tulis pertama karena itu yang menjadi point abang. Saat ini istri abang yang tercinta dan tersayang (ehm…) lagi hamil besar, maka abang bermaksud mendatangkan mertua untuk bantu2 hingga proses persalinan selesai.

Beberapa proses untuk mendatangkan mertua akan abang posting agar bisa berbagi dengan sesama. Biar lebih jelas dan mudah maka abang bagi berdasarkan tahap2 yang abang lalui, seperti :

1. Membuat surat pengantar di KBRI

2. Membuat Visit Visa

3. Ticketing

4. Perpanjangan visa dan Re-entry visa

Ditulis saat cuaca di Mesaieed mulai humid.

Kamis, April 29, 2010

Berteman Baik dengan 2 Orang India

”Ngapain juga berteman dengan orang India?”, mungkin itu pertanyaan sebagian orang Indo yang sudah lama tinggal di kawasan gulf countries jika membaca judul diatas.

Memang banyak cerita miring tentang kelakuan orang2 ini, karena memang budaya dan cara bergaul mereka yang sangat berbeda dengan orang2 kita. Namun diantara mereka pasti ada juga yang masih oke untuk diajak berteman. Abang sendiri mempunyai 2 orang teman India. Dari pertemanan “aneh” itu ternyata abang dapat mengambil beberapa manfaat dari keduanya.

Pertama adalah orang yang berasal dari Bombay. Dia adalah seorang India modern yang pernah abang kenal (emang yang lain primitif apa ??). Kenal saat masih sama2 di Bachelor accommodation dulu. Karena “seangkatan” jadinya training bareng, nunggu bis jemputan bareng, cari mobil bareng dan satu yang bikin mantap, punya hobby bareng : Badminton !.

Ternyata, oh ternyata… kalo kita bisa dekat dengan orang India, banyak “rahasia perusahaan” yang bisa kita tau. Dari masalah isu bonus tahunan, promosi, kenaikan gaji, atau hal2 lain tentang seluk-beluk Qatar yang tidak terungkap ke permukaan. Wajar mereka banyak tau, karena sebagian besar petinggi2 di perusahaan masih orang2 mereka dan hampir separuh penduduk Qatar adalah dari bangsa mereka. Selain itu, informasi juga menyebar sangat cepat di kalangan mereka, informasi apa aja.

Kedua adalah seorang muslim yang taat dan sangat baik ke semua orang tanpa melihat dari mana asal paspornya. Orang India seperti ini sangat langka di Qatar. Bisa nemu 1 dari 100 orang, hebat…Dia adalah rekan kerja abang, bahkan pernah 1 shift. Abang banyak belajar hal positif darinya. Lidahnya selalu basah dengan dzikir kepada Allah yang maha karim. Karena orangnya baik dan taat, dia jadi "dianggap" oleh teman2 sebangsanya. Satu hal yang sangat menguntungkan, jika ada orang India di lingkup kerja abang yang mau macam2 dengan abang, tinggal “lapor” sama dia udah beres urusannya. Mantap kan ?

Jadi, ga papa kalee berteman baik dengan orang India. Achaheee…..