
Sabtu, Mei 15, 2010
Menanti Buah Hati yang Dinanti

Perpanjangan visa dan Re-entry visa
Seperti saat mengurus visit visa, datang ke imigrasi yang ada di Wakra pada pagi hari (kalau bisa sebelum jam 7). Langsung ke bagian pengetikan dan minta diketikkan formulir Extend Visa dan Re-entry Visa. Pada formulir Extend Visa sebutkan berapa lama perpanjangannya, sedangkan pada formulir Re-entry Visa sebutkan berapa hari kira-kira lamanya ke luar Qatarnya. Jangan lupa bawa ID kita serta 2 buah photo dan paspor keluarga yang dimaksud. Tinggal bayar @ 10 QR. Lalu menuju Health Centre untuk melakukan Medical Commission (M/C), seperti medical tes yang juga ada di Wakra.
Kalau dari arah Doha, setelah Roundabout (R/A) ke 2 (Shell R/A), ambil kanan. Akan ketemu R/A lagi, ambil kiri. Kira-kira 100 meter ada belokan ke kanan pertama. Di situlah tempatnya. Ada yang menyarankan untuk datang ke Health Center pada hari berikutnya, karena kalau ke imigrasi dulu takut waktunya tidak terkejar, walau jarak antara keduanya hanya sekitar 5 menit perjalanan.
Health Center yang di Wakrah hanya melayani M/C sebanyak 15 orang perhari (kalau di Doha 20 orang) perhari. Jadi harus datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrian. Waktu itu abang datang sekitar jam 07.20. Benar aja, orang sudah banyak dan …. nomor antrian sudah habis. Waktu abang mau pulang ada yang manggil, kayanya orang arab (non-Qatari), Kira-kira dia tanya seperti ini. “Mau ke M/C?”. Kata abang :“Ya”. Trus dia bilang :”Ambil aja nomor antrian dan formulir M/C ini….. Saya ga perlu”. Habis itu dia langsung kabur. Aneh kan?? Kayanya sih dia salah ngambil nomor antrian atau mau antri tapi ga jadi.…Rezeki ga akan ke tukar… Abang dapat nomor 12, Alhamdulillah.
2. Formulir perpenjangan visa (dari imigrasi)
3. Formulir M/C
4. 4 buah photo dan paspor keluarga
5. Membayar 100 QR (cash)
Selamat mencoba !
Selasa, Mei 04, 2010
Ticketing
Alhamdulillah abang banyak punya teman baik, jadi urusan yang satu ini dapat teratasi. Jazaakallah Om Suman yaa...Setelah dapat teman “tumpangan”, tinggal sesuaikan tanggal dan nomor penerbangan. Lalu kita booking atau langsung memesan tiket.
Syaratnya :
1. Copy passport penumpang
2. Copy visa penumpang
3. Bayar tiket PP (Jakarta-Doha-jakarta)
Pastikan nama di tiket sesuai dengan yang tertera di passport atau visa, kalau tidak akan bermasalah baik di Jakarta atau bandara transit. Tiketnya dapat berupa manual atau elektronik atau bisa minta keduanya. Abang minta yang e-ticket, karena akan dikirim via e-mail bersama visit visanya.
Selesai sudah urusan ticketing, tinggal menunggu jadual kedatangan, mudah kan?.
Membuat Visit Visa
1. Mengisi formulir.
2. Surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya)
3. Surat pengantar dari kantor (mencantumkan besarnya gaji)
4. Membayar QR 200
Caranya :
Pagi2 sudah harus datang ke lokasi, kalo bisa sebelum jam 07.00 untuk mengambil nomor antrian. Pilih bagian “VISA” pada kartu antrian. Oh ya, Gedungnya adalah sebelah kiri dari pintu gerbang kantor tersebut. Setelah ambil nomor, segera menuju ke ruang pengetikan untuk mengisi formulir pengajuan visit visa yang ada di sebelah kiri gedung tersebut. Selesai di ketik, maka formulir tersebut di gabung dengan surat pengantar dari KBRI (bersama dokumen penyertanya) dan surat pengantar dari kantor tadi. Tinggal duduk manis menunggu panggilan pegawainya. Hati2…jangan terlewat otherwise, kita harus ambil nomor antrian lagi.
Sudah datang pagi aja, masih dapat antrian nomor 61. Menunggu sudah pasti bikin bosan. Apalagi abang lupa bawa buku bacaan. Liat2 ke tumpukan buku/Koran yang ada di dalam gedung tersebut. Semuanya pake bahasa arab, gundul lagi, kecuali ada sebuah Al-Qur’an, kalamullah. Abang ambil dan baca, Alhamdulillah dapat 1 jam bacaan sampai giliran abang di panggil.
Waktu datang ke loket, petugasnya liat2 dokumen abang sebentar trus dia bilang bawa ke kaptennya (atasannya) yang duduk di dekat nomor pengambilan antrian untuk interview . Abang ke kapten. Dia tanya2 “ Indonesii (sambil senyum)?”. “Na’am yaa mudir”, kata abang. Dia nanya lagi “Jakarta aw Sumatra?”. “ ehmm…Jakarta”, kata abang. Trus dia tanda tangan dan bilang :”khalas”. Untung ga nanya2 lagi. Abang tinggal bilang :”Jazaakallah…” . Denger2 seh dari yang sudah pengalaman, kaptennya akan banyak nanya kalo keluarga yang didatangkan sudah berumur terlalu tua (maksimum 60 tahun), atau tidak mencantumkan besarnya gaji pada surat pengantar dari kantor.
Setelah itu, abang balik lagi ke loket yang tadi. Bayar QR 200 via ATM (tidak terima cash). kemudian dia kasih receipt nya, dia bilang akan jadi paling lambat 3 hari dan bisa di cek di website nya. Sorenya iseng2 abang cek di website nya, sudah ada keterangan “printed and delivered” sehingga tinggal di print maka selesailah proses pembuatan visit visa. Alhamdulillah.
Senin, Mei 03, 2010
Membuat Surat Pengantar di KBRI
Surat pengantar dari KBRI diperlukan untuk menyatakan secara legal bahwa orang yang akan kita undang ke Qatar adalah benar2 keluarga dekat kita. Kita disini adalah sebagai sponsor. Proses pembuatan suratnya sangat mudah dan cepat (thanks yaa teman2 yang di KBRI). Cuman nunggu sekitar 1 jam sudah beres.1. Copy passport dan ID sponsor
2. Copy passport keluarga yang diundang
3. Copy KK (menunjukkan hubungan kekeluargaan)
4. Copy passport, ID istri dan surat nikah jika mendatangkan mertua
5. Bayar QR 55 saja (resmi dan tanpa embel-embel)
*Note : Nomor telpon KBRI Doha 4664981
Semoga bermanfaat
Sabtu, Mei 01, 2010
Mendatangkan Keluarga
Mendatangkan keluarga dekat ke Qatar adahal hal yang lazim bagi para expat. Keluarga dekat yang dimaksud adalah ayah, ibu, mertua, saudara kandung. Biasanya mendatangkan keluarga untuk keperluan seperti persiapan istri melahirkan, merawat anak saat ditinggal haji atau sekedar silaturahim dan lain-lain. Sebagian besar keluarga yang datang biasanya sekalian diajak umrah, mumpung dekat, mudah dan murah. Adapun mengajak keluarga dekat berhaji dari Qatar sudah tidak diperbolehkan beberapa tahun yang lalu.
Persiapan istri melahirkan, abang tulis pertama karena itu yang menjadi point abang. Saat ini istri abang yang tercinta dan tersayang (ehm…) lagi hamil besar, maka abang bermaksud mendatangkan mertua untuk bantu2 hingga proses persalinan selesai.
Beberapa proses untuk mendatangkan mertua akan abang posting agar bisa berbagi dengan sesama. Biar lebih jelas dan mudah maka abang bagi berdasarkan tahap2 yang abang lalui, seperti :
1. Membuat surat pengantar di KBRI
2. Membuat Visit Visa
3. Ticketing
4. Perpanjangan visa dan Re-entry visa
Ditulis saat cuaca di Mesaieed mulai humid.
Kamis, April 29, 2010
Berteman Baik dengan 2 Orang India
”Ngapain juga berteman dengan orang India?”, mungkin itu pertanyaan sebagian orang Indo yang sudah lama tinggal di kawasan gulf countries jika membaca judul diatas.Memang banyak cerita miring tentang kelakuan orang2 ini, karena memang budaya dan cara bergaul mereka yang sangat berbeda dengan orang2 kita. Namun diantara mereka pasti ada juga yang masih oke untuk diajak berteman. Abang sendiri mempunyai 2 orang teman India. Dari pertemanan “aneh” itu ternyata abang dapat mengambil beberapa manfaat dari keduanya.
Pertama adalah orang yang berasal dari Bombay. Dia adalah seorang India modern yang pernah abang kenal (emang yang lain primitif apa ??). Kenal saat masih sama2 di Bachelor accommodation dulu. Karena “seangkatan” jadinya training bareng, nunggu bis jemputan bareng, cari mobil bareng dan satu yang bikin mantap, punya hobby bareng : Badminton !.
Ternyata, oh ternyata… kalo kita bisa dekat dengan orang India, banyak “rahasia perusahaan” yang bisa kita tau. Dari masalah isu bonus tahunan, promosi, kenaikan gaji, atau hal2 lain tentang seluk-beluk Qatar yang tidak terungkap ke permukaan. Wajar mereka banyak tau, karena sebagian besar petinggi2 di perusahaan masih orang2 mereka dan hampir separuh penduduk Qatar adalah dari bangsa mereka. Selain itu, informasi juga menyebar sangat cepat di kalangan mereka, informasi apa aja.
Kedua adalah seorang muslim yang taat dan sangat baik ke semua orang tanpa melihat dari mana asal paspornya. Orang India seperti ini sangat langka di Qatar. Bisa nemu 1 dari 100 orang, hebat…Dia adalah rekan kerja abang, bahkan pernah 1 shift. Abang banyak belajar hal positif darinya. Lidahnya selalu basah dengan dzikir kepada Allah yang maha karim. Karena orangnya baik dan taat, dia jadi "dianggap" oleh teman2 sebangsanya. Satu hal yang sangat menguntungkan, jika ada orang India di lingkup kerja abang yang mau macam2 dengan abang, tinggal “lapor” sama dia udah beres urusannya. Mantap kan ?
Jadi, ga papa kalee berteman baik dengan orang India. Achaheee…..